1. AUSTRALIA
Sebutan Australia berasal dari Terra Australis Incognita yang artinya "Daratan Tak Dikenal di Selatan".
Keberadaan benua terkecil di dunia ini konon sudah diketahui sejak
jaman Romawi kuno, tentunya tanpa bukti sahih/valid yang kuat, karena
teknologi penjelajahan maritim saat itu masih belum canggih dan bisa
menjangkau daerah yang jauh-jauh. Nama itu mulai diadopsi saat
orang-orang Eropa mulai menjelajahi benua tersebut, seperti pelaut
Inggris James Cook dan pelaut Belanda Abel Tasman.
Namun nama Australia baru mulai ramai digunakan semenjak Matthew Flinders mempopulerkannya pada 1804, hingga selanjutnya pada 1817 Gubernur Jenderal Inggris di Australia saat itu, Lachlan Macquaire
mengeluarkan petisi untuk menamai koloni Inggris yang dipimpinnya.
Petisi tersebut baru disetujui oleh Parlemen Inggris pada tahun 1824.
2. AFRIKA
Ada
beberapa teori tentang asal muasal nama benua Afrika. Teori pertama
berasal dari saat Romawi menaklukan Kartago (berlokasi di Tunisia
sekarang) dalam Perang Punik ke-3. Daerah
taklukan tersebut dinamai Africa, yang diambil dari nama suku asli
daerah tersebut, yaitu Afri, sehingga secara literal berarti Tanah Orang
Afri.
Teori kedua berasal bahasa Phoenicia, AFAR yang artinya "debu" ditambah akhiran Latin -ica, yang berarti tanah/daratan, sehingga Africa berarti "tanah yang berdebu".
3. ASIA
Berasal dari bahasa Yunani kuno, “Ἀσία”, yang digunakan sejak tahun 440 SM oleh Herodotus
dalam bukunya "Histories", meskipun konon sudah digunakan jauh
sebelumnya. Pada awalnya bukan untuk menyebut keseluruhan benua Asia,
melainkan penyebutan daerah di pesisir timur Laut Aegea dan semenanjung
Anatolia (bagian dari Turki sekarang).
Orang
Romawi mengasosiasikan Asia ke-2 propinsinya: Asia Minor dan Asia
Major. Teori lain mengatakan bahwa nama Asia berasal dari bahasa
Phoenicia, asu,
yang artinya "timur" atau bahasa Akkadia, asu, yang artinya "terbit,
muncul". Dalam konteks peredaran matahari, Asia diterjemahkan sebagai "tanah matahari terbit (land of the sunrise)".
4. EROPA
Dinamai
dari Europa, salah satu gundik Zeus dalam mitologi Yunani, yang diculik
Zeus dalam wujud kerbau putih dan dibawa ke Kreta. Meski sulit
menjelaskannya secara etimologis, ada teori bahwa nama itu berasa dari
bahasa Akkadia, erebu, yang artinya "tenggelam, terbenam" atau bahasa
Phoenicia, ereb, yang artinya "malam atau barat". Jadi seperti lawan
kata/antonim dari nama Asia ya?
Namun
demikian, pada awalnya, seperti halnya sebutan Asia untuk sejumput
daerah kecil saja, nama Eropa juga ditujukan ke sebagian daerah di Turki
yang disebut Thrace/Thrakia, bukan seluruh benua Eropa yang kita kenal sekarang.
5. AMERIKA
Nama benua America (Utara dan Selatan) diambil dari nama Amerigo Vespucci, seorang pelaut (navigator) berkebangsaan Italia, yang menjelajahi benua
baru ini pada tahun 1499 dan menuliskan hasil pengembaraannya dalam
bukunya yang diterbitkan pada tahun 1502 dan 1504. Vespucci sejak awal
meyakini bahwa benua baru ini bukan bagian dari Asia, seperti anggapan
banyak orang pada masa itu, termasuk Columbus.
Pada tahun 1507, tukang peta berkebangsaan Jerman, Martin Waldseemüller,
membuat peta yang memuat benua baru ini. Dia dan ke-2 orang mitra
kerjanya mengutip tulisan-tulisan Vespucci dan mengabaikan hasil
ekspedisi Columbus dan merekalah yang menamai benua baru ini dengan nama
depan Vespucci, yaitu Amerigo, dengan pertimbangan sebagai berikut :
"But
now these parts (Europe, Asia and Africa, the three continents of the
Ptolemaic geography) have been extensively explored and a fourth part
has been discovered by Americus Vespuccius (the Latin form of Vespucci’s
name), I do not see what right any one would have to object to calling
this part after Americus, who discovered it and who is a man of
intelligence, and so to name it Amerige, that is, the Land of Americus,
or America: since both Europa and Asia got their names from women."
(Ketika
Eropa, Asia dan Afrika (3 benua dalam geografi Ptolemius) telah
dieksplorasi habis-habisan, maka untuk benua ke 4 yg ditemukan oleh
Americus Vespuccius, saya tidak melihat adanya keberatan untuk
menamainya dengan nama depannya Americus, untuk menghargai penemuannya
dan kepandaiannya, sehingga benua itu disebut Amerige atau Tanah
Americus atau America, agar lebih maskulin karena Eropa dan Asia diambil
dari nama perempuan (feminin).
Awalnya
pun nama AMERICA baru ditambahkan Waldseemüller untuk daerah yang
ditemukan langsung oleh Vespucci, yaitu sekitar Brasil sekarang.
Waldseemüller memakai catatan-catatan perjalanan Vespucci sebagai
referensi sehingga petanya pun baru mencantumkan apa yang disebut
Amerika Selatan sekarang saja, belum sampai Amerika Utara. Ketika
Amerika Utara ditambahkan, para pembuat peta mempertahankan nama
aslinya. Pada tahun 1538, geografer terkenal Gerard Mercator memilih nama tersebut untuk keseluruhan benua Amerika, utara dan selatan.
Tambahan:
Ada 2 pendapat lainnya namun masih lemah validitasnya, yaitu:
1. nama suku penduduk asli Amerrique, yang konon dijumpai Columbus dan Vespucci
2. nama seorang pedagang Inggris, Richard Amerige,
yang anak buahnya, dipimpin John Cabot menjelajahi dan berburu
bulu/mencari ikan di daerah yang sekarang jadi Newfoundland, jauh
sebelum Columbus dan Vespucci datang ke Amerika.
6. ANTARTIKA
Nama
Antarctica berasal dari bahasa Yunani, "antarktike" atau "anti
arktike", yang berarti “lawan kata dari utara” atau "anti arctic".
Arctic atau Arktik adalah sebutan untuk kutub utara (yang berupa lautan
tertutup es), sehingga Antartika dengan mudah diasosiasikan ke kutub
selatan, yang kebetulan berbentuk daratan besar (benua) dan tertutup es.
Pembuat peta berkebangsaan Scot, John George Bartholomew,
diyakini sebagai orang pertama yang menggunakan istilah ini dalam
peta-peta yang dibuatnya. Nama ini juga digunakan oleh Perancis
sebelumnya, namun bukan merujuk kepada benua beku tersebut, melainkan
untuk koloni Perancis di Brasil pada abad XVI, yang disebut France Antartique.
Captain James Cook
ditugaskan mencari Terra Australis Incognita pada 1772. Kembali ke
Inggris dengan peta pesisir timur Australia, cukup besar untuk disebut
benua, malangnya dia ditolak oleh petinggi-petinggi kerajaan yang yakin
bahwa daratan tersebut masih jauh ke selatan lagi. Maka, Cook pun
berlayar lagi ke arah selatan, namun karena kehabisan perbekalan, dia
memutuskan untuk membatalkan perjalanannya tersebut. Seandainya
penjelajahan tersebut dilanjutkan, bisa jadi Antartika lah yang dinamai
Australia.
Orang pertama yang menemukan/melihat benua Antartika adalah Fabian Gottlieb von Bellingshausen pada 1820.
sumber